CERMATI MITOS-MITOS SEPUTAR MENYUSUI

CERMATI MITOS-MITOS SEPUTAR MENYUSUI

Setelah melahirkan tentu Ibu akan memiliki rutinitas baru, yaitu rutinitas menyusui. Bagi Ibu yang baru pertama kali memiliki bayi, tentu berbagai saran akan didengar guna menambah wawasan. Akan tetapi, tahukah Ibu? Beberapa hal yang sering didengar seputar menyusui maupun rutinitas menyusui, ternyata tidak semuanya benar. Ada beberapa hal yang justru hanya merupakan mitos seputar menyusui yang beredar di masyarakat.

Pertama, selama 6 bulan pertama ASI tidak mungkin dapat memenuhi semua kebutuhan bayi. Tentu saja hal ini tidak benar. Sebenarnya ASI dapat memenuhi kebutuhan bayi selama 6 bulan penuh. Inilah yang disebut dengan pemberian ASI Eksklusif. Artinya selama 6 bulan penuh ibu tidak perlu khawatir dengan gizi bayi asalkan Ibu memerhatikan betul asupan yang dikonsumsinya sendiri. Justru, dengan pemberian ASI Eksklusif maka makanan pendamping atau susu formula tambahan tidak perlu diberikan.

Kedua, jika bayi menangis selama disusui Ibu berarti ASI tidak cukup banyak untuk mengenyangkan bayi. Faktanya, bayi menangis ketika sedang menyusu tidak berarti ASI yang sedikit. Beberapa faktor lain dapat menyebabkan bayi menangis ketika sedang menyusu. Misalnya, kondisi tubuh bayi yang tidak fit atau bayi sedang dalam kondisi sakit. Apabila bayi dalam kondisi tubuh yang tidak sehat, maka tentunya ia akan menjadi rewel atau tidak tenang. Hal ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan jumlah ASI yang terlalu sedikit.

Ketiga, untuk memproduksi ASI yang banyak Ibu harus meminum banyak susu. Nyatanya produksi ASI sangat dipengaruhi oleh konsumsi makanan dan minuman, bukan hanya dengan susu saja. Apabila Ibu tidak mengonsumsi makanan yang cukup bergizi, maka tentu saja produksi ASI tidak dapat mencukupi kebutuhan bayi. Untuk itu diketahui bseberapa bahan makanan seperti daun katuk, kacang panjang maupun kacang hijau, ditemui dapat lebih efektif memproduksi ASI. Sehingga bukan berarti Ibu harus terus-terusan mengonsumsi susu agar produksi ASI bisa meningkat.

Masih banyak mitos-mitos lainnya seputar menyusui. Misalnya payudara yang kecil, tidak akan mampu memproduksi ASI yang banyak. Padahal ukuran payudara tidak memengaruhi jumlah ASI yang diproduksi. Selain karena faktor genetik, penyebab utama ASI yang produksinya banyak adalah asupan makanan Ibu yang sesuai denga gizi yang dibutuhkan bayi. Hal inilah yang menjadikan ukuran payudara tidak penting dalam produksi ASI. Selama Ibu mengonsumsi asupan makanan yang tepat, sesuai dan mencukupi, maka tidak perlu khawatir soal ASI.

Selain itu, terdapat juga mitos mengenai kolostrum atau air susu berwarna kekuningan yang baru diproduksi oleh kelenjar susu beberapa minggu sebelum kelahiran hingga beberapa hari setelah kelahiran. Kolostrum atau air susu kental ini jumlahnya terllau sedikit, bahkan paling banyak hanya sekitar 5 sendok teh. Beberapa mitos yang beredar menyatakan bahwa kolostrum tidaklah cukup untuk bayi. Namun, faktanya kolostrum mengandung berbagai zat yang dibutuhkan oleh bayi. Termasuk lemak yang sebenarnya tidak dapat dicerna bayi, antibodi, protein bahkan karbohidrat. Maka konsumsinya yang sedikit saja sudah membuat gizi bayi terpenuhi.

Setelah mengetahui mitos-mitos di atas, Ibu jadi tahu kan? Bahwa selama masa menyusui, Ibu memang perlu mendengarkan berbagai pendapat tentang menyusui agar wawasan Ibu jadi lebih terbuka dan dapat mulai mencari manakah yang cocok dengan bayi Ibu. Namun tidak lupa, di sisi lain pendapat-pendapat tersebut belum tentu benar. Ada yang isinya hanya berupa kekhawatiran sehingga kemudian berubah jadi mitos. Sebaiknya Ibu memilih dan memilah sebelum menerapkannya ketika sedang menyusui bayi.

Like and Share ya 🙂